Awal jembatan itu adalah kelahiran
Akhir dari jembatan itu adalah kematian
Maka, kemanakah akal?
Bila seseorang sedang berada di jembatan
Kemudian lupa akan bahwa tujuan perjalanannya
Bukan untuk selamanya di jembatan itu.
Bukankah, di akhir jembatan itulah
Tujuan sebenarnya perjalanannya itu?
Akan ingat, orang yang mengingatnya.
Akan lupa, orang yang melupakannya.
Jika dibawah jembatan itu terbentang sungai indah menawan
Menggoda hati untuk terus berdiam diri di sana
Anginnya yang sejuk menyegarkan
Tapi duhai jiwa,
Telah tertipukah diri ini?
Engkau berada di jembatan ni bukan untuk selamanya.
Seandainya kau tahu, di akhir jembatan itu ada..
Sungai yang mengalir juga, yang jauh lebih indah...
Perhiasan yang begitu indah..
Kedamaian dan kesejukan yang tiada taranya..
Maka akan kau isi apakah bulir-bulir kehidupan ini?
Bulir-bulir amal yang akan menjadi bekal
Menjadi saksi atas kecintaannya kepada Rabb-Nya
Dalam mengarungi kehidupan hanya untuk meminta keridhoan dan rahmat-Nya.
Tuesday, July 20, 2010
Jembatan Kehidupan
Label:
amal,
diri,
dunia,
fatamorgana,
jembatan kehidupan,
jiwa,
kehidupan,
nasihat,
tertipu dunia
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Kelembutan akan selalu membuat indah apa saja dan siapa saja yang melekat padanya.
Komentar anda sangat berarti bagi kami. Kelembutan anda dalam berkomentar dan memilih kata adalah sikap bijak anda dalam mewujudkan keindahan pada blog ini.