Monday, July 26, 2010

Jiwa yang menyesali dirinya

Seperti seorang petarung
Ketika berhasil tegak berdiri berhadapan dengan lawan tarungnya
Kembali ia terjerembab jatuh, dihantam lawannya itu

Jatuh, hingga menyayat hatinya
Namun tak bisa ia membiarkan dirinya jatuh
Ia harus bangkit
Berdiri dan kembali bertarung

Setelah berdiri, kembali dia menghujamkan pukulan-pukulannya
Berusaha terus berusaha
Namun, kembali ia tersungkur meskipun beberapa kali dia sempat berhasil menyungkurkan lawannya

Terus .. terus dan begitu terus

Inilah petarung, pejuang yang tak kenal lelah terus berusaha bangkit..hingga maut memisahkan ruh dengan jasadnya !

Seperti itulah jiwa...
seperi petarung itulah jiwa ini...

Saat hembusan keimanan
Saat hati meresapi keberadaan-Nya
Saat hati lembut, dilembutkan yang Maha Lembut
Saat hati bak tanah yang siap ditaburi benih-benih kebenaran

Dan siap menyongsong akhirat
Menguatkan tekad..

Namun, adakalanya terpaan badai
Kembali menghadang
Bahkan memporak porandakan bangunan keimanan

Dengan pembangkangan
Dengan kemaksiatan

Hancur..hancur..semuanya

Hingga air mata jatuh..
Membanjiri sajadah

Memohon ampunan dengan hati yang mengiba kepada Allah Al Ghofur

Rabbanaaa..
Rabbanaaa..
Hamba telah menzhalimi diri hamba...
Dengan pembangkangan
Dengan kemaksiatan
Lemah hati hamba ini Ya Rabb...

Ampuni hamba yang lemah ini ya Rabb..
Kubutuh ampunan-Mu
Hamba-Mu begitu banyak
Apalah diri ini, diri yang hina...
Yang tiada arti dimata-Mu

Namun, bila Engkau tak mengampuni hamba
Dan Engkau tidak memberikan kasih sayang-Mu
Maka pastilah hamba ini termasuk orang-orang yang merugi..

Siapa pula yang dapat mengampuni selain diri-Mu?

Begitu mengiba
Begitu meratap
Petarung ini...

Ya, dia adalah petarung
Yang berusaha bangkit untuk menang
Melawan siapa?
Tiada lain melawan jiwanya, jiwa yang selalu menyuruhnya kepada kejahatan..
Ia tak akan berhenti melawannya, hingga maut memisahakan ruh dari raganya..

Dari jiwa yang menyuruhnya kepada kejahatan...
Kemudian menjadi jiwa yang selalu meyesali dirinya.. ini lah petarung.. jatuh, kemudian bangkit...jatuh kemudian bangkit...
Dan berharap di akhir hayatnya ia dipanggil..
Wahai jiwa yang tenang..
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya..
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
masuklah ke dalam syurga-Ku

No comments:

Post a Comment

Kelembutan akan selalu membuat indah apa saja dan siapa saja yang melekat padanya.
Komentar anda sangat berarti bagi kami. Kelembutan anda dalam berkomentar dan memilih kata adalah sikap bijak anda dalam mewujudkan keindahan pada blog ini.