Thursday, July 22, 2010

Terperangkap syubhat, terpenjara syahwat

Seandainya darah yang mengalir dalam tubuh bisa kita rasakan,
Benar-benar kita rasakan derasnya aliran itu.

Mungkin, sekali lagi mungkin...aku hanya menduga-duga saja.
Ada mahluk lain yang bisa kita rasakan di sela-sela sel-sel darah itu.

Mahluk yang senantiasa mencoba mengambil hati manusia
Dengan rayuannya, dengan godaannya

Mahluk ini mencoba menarik kita ke dalam komunitasnya
Menjadikan manusia sebagai sahabatnya
Yang kelak akan bersama menemaninya di tempat yang kekal abadi
Namun penuh dengan adzab dan kenistaan, tiada lain yaitu Neraka

Mahluk ini yang bernama syaithan.

Darah yang mengalir melalui otak
Dan otak serta akal yang terpengaruh oleh syaithan
Maka merebaklah syubhat-syubhat

Syubhat, atau kerancuan dalam berpikir
Dalam memahami agama
Kerancuan hingga tidak bisa membedakan halal dan haram
Benar dan salah
Atau justeru malah bisa terbolak-balik
Yang halal disangka haram
Yang haram disangka halal
Begitulah syubhat meracuni akal

Darah yang tersusupi syaithan pun
Menjalar ke seluruh anggota tubuh
Bahkan ke panglimanya, yaitu hati

Maka teracuni lah semua anggota tubuhnya
Dengan syahwat
Syahwat hasil rayuan maut syaithan
Godaan akan kenikmatan dibalik syahwat

Akhirnya seorang manusia berakhir pada
Terperangkap syubhat dan terpenjara syahwat...

No comments:

Post a Comment

Kelembutan akan selalu membuat indah apa saja dan siapa saja yang melekat padanya.
Komentar anda sangat berarti bagi kami. Kelembutan anda dalam berkomentar dan memilih kata adalah sikap bijak anda dalam mewujudkan keindahan pada blog ini.