Setiap benda yang sangat berharga pasti tak banyak, begitulah hidup mengajarkan.
Manusia, begitu banyak. Amat banyak jumlahnya.
Seolah mencari mutiara yang sangat berharga. Dia harus diselami ke dasar laut. Memilikinya sungguh telah menjadi impian berjuta-juta manusia.
Begitulah, jiwa yang penuh kemuliaan. Dia dicari tidak di buih-buih kerumunan banyak manusia. Dia dicari tidak di kehidupan yang serba mudah. Dia dicari tidak di lembut dan empuknya kasur yang mahal. Dia juga tidak dicari di kantong-kantong kemiskinan yang selalu menadahkan tangannya. Tidak berada di antara manusia pemburu dunia.
Akan tetapi jiwa yang mulia itu dicari, diusahakan, dan diminta. Dicari dalam petunjuk-petunjuk Rabb-Nya, diusahakan dalam menjalani petunjuk-petunjuk tersebut. Dan dimintakan kepada Yang Maha Pemberi.
Kemuliaan yang bukan untuk dipamerkan, yang bukan untuk dipuji dan disanjung-sanjung. Tapi kemuliaan yang dihadirkan untuk memuliakan sang Pencipta, Allah Yang Maha Kasih Sayang.
Semakin ia memuliakan-Nya, maka dirinya semakin mulia. Kemuliaan dalam menghinakan diri..
Penghinaan diri di hadapan Allah 'azza wa jalla akan menjadikan dirinya semakin mulia. Siapa yang memuliakannya? Tiada lain Allah Rabbul 'alamin yang telah berfirman:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
(Al Hujuraat: 13)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Kelembutan akan selalu membuat indah apa saja dan siapa saja yang melekat padanya.
Komentar anda sangat berarti bagi kami. Kelembutan anda dalam berkomentar dan memilih kata adalah sikap bijak anda dalam mewujudkan keindahan pada blog ini.